Featured

Risoles Instagram

Risoles adalah jajanan tradisional yang biasanya berisi daging dan sayuran yang kemudian dibungkus dadar dan digoreng setelah dilapisi tepung panir dan kocokan telur ayam. Sekarang risoles dikreasikan menggunakan berbagai isian mulai dari coklat, pisang hingga mozarella. Instagram sendiri adalah platform untuk berbagi foto dan video. Instagram juga digunakan untuk berjualan. Produk yang dijual sangat beragam, mulai dari pakaian, sedotan hingga makanan.


Salah satunya “jualan instagram” yang saya temukan adalah kreasi risoles ini. Risoles ini bernama risoles creamymoza yang berisi keju mozarella yang creamy, jagung dan wortel. Kulit risoles ini homemade sehingga memiliki rasa yang berbeda dan lembut sekali. Tepung panirnya tidak berlebihan sehingga saat digoreng tidak “rontok-rontok” dan mengotori minyak. Ukuran risoles ini cukup besar dan berisi sehingga puas sekali ketika memakannya.


Harga: Rp. 20.000/ 5pcs
Order: Instagram di @mommykitchentm.

Samurai Sushi

Samurai sushi adalah salah satu tempat makan sushi yang sudah ada cukup lama di Banjarmasin. Selain menjual sushi mereka juga menjual salad, sashimi dan mentai. Mereka juga menjual sushi tart, sushi burger, spaghetti mentai, bahkan wasabi mentai rice yang menurutku inovasi mereka ini menarik banget.

Sushi tart & salad

Menu best seller mereka adalah volcano roll dan salmon tray yang isinya sashimi salmon, salmon maki, nigiri salmon, dan salmon roll. Kita bisa request bagian perut atau kalau kurang suka makan yang mentah bisa request yang matang juga. Sayangnya aku belum sempat coba sushi tray ini.

Salmon tray
This picture belong to samurai sushi

Salmon mentai mereka juga enak banget karena salmonnya segar. Mereka mendatangkan salmon sendiri. Quality control mereka bagus, saat salmon datang mereka hanya menyediakannya selama 3 hari karena jika lebih dari 3 hari salmon sudah tidak segar lagi sehingga tidak mereka jual. Terkadang kepala salmonnya mereka bagikan secara gratis jika ada.

Salmon kani mentai & mozarella roll

Awalnya mereka sempat jual mentai pakai enoki tapi karena ada berita bahwa enoki beracun sehingga ditarik dari pasar mereka engga bisa menyediakan menu itu lagi. Penjualnya juga menjelaskan ke aku waktu bahwa sebenarnya hanya salah satu brand enoki dari korea yang tumbuhannya tercemar penyakit sehingga beracun itu, padahal brand enoki yang beredar di Indonesia ada 3, dua dari korea dan satu dari jepang (kalau aku tidak salah ingat) namun karena kejadian itu semua enoki dari brand apa aja kena dampaknya.

Baru-baru ini mereka menambahkan varian baru yaitu salmon mentai shirataki. Perpaduan salmon yang fatty, mentai sauce yang creamy dan shirataki yang kenyal jadi satu itu make sense banget. Salmon mentai rice mereka enak tapi salmon mentai shirataki mereka is my new favorite. Oh iya mereka juga menjual salmon mentai dengan mentaiko ataupun tobiko. Pokokny mereka ini menerima saran dan masukan dengan baik dan terus berkembang dengan inovasi-inovasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Pelayanan mereka juga bagus, chefnya berpengalaman dan ramah. Makanan mereka berkualitas, Worth to try.

Salmon kani mentai
This picture belong to samurai sushi
Inari idako sushi
This picture belong to samurai sushi

💰🍣 sushi start from Rp. 28 k

💰🥗 salad start from Rp. 15 k

💰 mentai start from Rp. 65 k

If you interested, please visit their instagram account @samuraisushii with double i in the end.

Bela Negara & Closing LKMM-TD

Bela negara dan closing LKMM-TD dilaksanakan pada rabu tanggal 28 juli 2020 pukul 09.00 WITA – selesai. Tema yang diangkat adalah “membentuk mahasiswa milenial yang berpikir positif dan berkerja cerdas”. Narasumbernya adalah bapak Mayor Isf Sahraji selaku Gumil Gol VI Intelijen Tim Gumil Rindam VI/Mlw. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan materinya telah dibagikan dalam bentuk powerpoint. Kegiatan ini sangat bagus dan memupuk jiwa nasionalisme. Hanya saja saya merasa ada sedikit perbedaan pandangan dengan narasumber mengenai internet, saya rasa internet tidak seburuk itu. Memang internet memiliki dampak negatif namun bukan berarti tidak memiliki dampak positif. Semua tergantung kebijakan masing-masing individu dalam menggunakannya.

Saya merasakan “alergi” internet dari beberapa pernyataan beliau. Padahal internet sendiri pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh militer USA pada tahun 1980-an, seharusnya beliau turut mengerti kelebihan internet dan cara memanfaatkannya dengan bijak dan maksimal. Kemudian mengenai poin menghilangkan sikap negatif saya rasa kehidupan tidak sesimpel itu. Dimasa sekarang justru orang-orang harus mampu memanfaatkan sifat negatifnya. Misalnya sifat malas, orang-orang malas cenderung dapat berkerja dengan kreatif dan cepat karena tidak mau repot. Hal seperti inilah yang saya rasa berkerja cerdas. Menggunakan kekurangan sebagai kelebihan dan alat untuk menghindari rintangan yang tidak perlu.

Terlepas dari itu semua, semoga kegiatan ini membawa manfaat dan kebajikan untuk kita semua. Saya sangat bangga karena ikut berpartisipasi dengan kegiatan ini sampai akhir.

SKEMA

Sabtu, 18 Juli 2020 dilaksanakan SKEMA (Studi Keagamaan Mahasiswa) melalui google meet. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan ketaatan mahasiswa. Narasumber kegiatan ini adalah Akhmad Saberin, S. Si selaku kepala sekolah SMP IT ANIC. Bertemakan “Istiqomah beribadah di tengah pandemi”. Kegiatan ini berlangsung khusyuk dan lancar.

Kegiatan diawali dengan pembukaan lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan & laporan dari ketua pelaksana. Selanjutnya adalah kegiatan inti lalu doa lalu terakhir penutup. Selama kegiatan alhamdulilah jaringan saya lancar, tidak seperti biasanya. Kegiatan ini mengajarkan cara berbuat amal selama pandemi. Ustad juga meminta kami untuk belajar terbiasa dengan adanya pandemi. Pandemi ini dirasa sebagai pemicu perubahan agar manusia mau berkembang. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan yang kini dilaksanakan melalui daring. Ceramah dari ustad Saberin kurang lebih sama seperti ustad-ustad lain yang menganjurkan beribadah dengan menawarkan surga dan menggertak masuk neraka.

 Seperti kejadian diminggu sebelumnya, panitia bertanya kepada peserta namun tidak meminta para peserta untuk menyalakan mikrofon. Jika panitia menginginkan komunikasi dua arah maka hal ini harus diperhatikan. Padahal sesuai peraturan yang dibuat oleh panitia itu sendiri pada pdf yang dibagikan kepada peserta dengan judul TATA TERTIB LKMM-TD FT ULM SECARA DARING 2020 No.6 yang berbunyi “ Peserta LKMM-TD FT ULM daring wajib mengikuti instruksi panitia terkait aktivasi mode audio dan video pada aplikasi Google Meet selama kegiatan daring berlangsung. Tidak diperkenankan menyalakan mic selama keberlangsungan acara kecuali diperbolehkan oleh panitia”. Hal ini sangat disayangkan sekali karena selain terjadinya miskomunikasi, hal ini juga menjadi bukti bahwa ternyata blog ini jarang dicek. Jika blog yang peserta buat memang dicek, maka ada baiknya hal ini dibenahi karena komunikasi dua arah seperti ini terasa segar dan menyenangkan.

Sepanjang rangkaian kegiatan LKMM kami diminta bertanya, padahal pertanyaan-pertanyaan ini tidak pernah dijawab. Saya heran mengenai fungsi permintaan bertanya ini untuk apa. Saya mengkritisi setiap materi yang disampaikan oleh narasumber namun tidak terpuaskan. Justru pikiran saya dipenuhi rasa penasaran akibat pertanyaan-pertanyaan. Materi yang disampaikan pun biasanya umum dan cakupannya luas atau sesuatu yang saya sudah tahu.

Teknik Mengabdi

Teknik mengabdi adalah salah satu rangkaian LKMMTD Universitas Lambung Mangkurat yang bertujuan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat kepada masyarakat dan lingkungan. Tugas teknik mengabdi diubah, awalnya mahasiswa baru akan ditugaskan untuk mengabdi ke sebuah sekolah dasar di salah satu desa dengan bersih-bersih dan memberikan tempat sampah yang dihias agar lebih menarik untuk menumbuhkan rasa disiplin membuang sampah. Pandemi COVID-19 membuat hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, panitia memutuskan untuk mengubah bentuk pengabdian para mahasiswa baru fakultas teknik dengan menugaskan “maba” untuk membuat brosur dan spanduk mengenai sosialisasi new normal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian dengan pandemi COVID-19.

Pembuatan brosur dilakukan secara individu dan sangat menyenangkan karena mengasah kreativitas. Jiwa kompetitif saya juga terpancing untuk membuat brosur semenarik mungkin tanpa mengurangi esensi dari tujuan sosialisasi ini. Semangat ini yang membuat saya mau dengan sadar mencurahkan waktu dan ide untuk tugas ini karena saya ingin melakukannya agar merasakan kepuasan, dan saya berhasil meskin memakan waktu berhari-hari. Beda halnya dengan brosur, pembuatan spanduk dilakukan secara berkelompok.

Saya rasa tujuan pembuatan spanduk untuk para peserta ini ada dua, yaitu untuk meningkatkan kerja sama tim dan mengasah kreativitas. Tujuan pembuatan spanduk membuat saya bingung karena kelompok kami terpisah di berbagai daerah. Tugas ini tidak efektif karena kerja sama tim tidak tercapai secara maksimal. Pembagian kerja tugas ini hanya dua yaitu membuat desain dan mencetak. Tugas ini bisa dilakukan oleh satu-dua orang bahkan bisa dilakukan oleh akang percetakan yang membuat alasan kedua tidak tercapai. Kerja sama pada tugas ini hanya pada pengumpulan dana pencetakan spanduk yang berupa iuran bersama. Saya rasa tugas ini dapat diganti dengan tugas lain karena hanya membebani perwakilan yang mengerjakan. Tugas ini juga membuat setiap anggota kelompok harus mengeluarkan dana, atau setidaknya mengeluarkan kas kelompok, yang sebetulnya kurang diperlukan karena seperti yang telah saya jelaskan diatas, tugas ini tidak efektif dan membebani. Terakhir, alasan tugas ini kurang efektif adalah karena spanduk sosialisasi protokol kesehatan maupun new normal telah terpasang cukup banyak baik dari pemerintah kota maupun kepolisian sehingga jika ditambah akan membuat kota kelihatan penuh dan berantakan. Spanduk sosialisasi yang terlalu banyak juga dapat membuat pembaca bosan karena sudah sering dan tahu mengenai pesan yang ingin disampaikan. Tujuan pembuatan spanduk fisik ini baik namun tidak pas dengan zaman sekarang yang sudah serba digital.

Tugas teknik mengabdi tetap keren, memiliki tujuan mulia untuk peserta maupun lingkungan sekitar. Saya suka konsep tugas ini sebelum maupun sesudah pandemi karena dibuat untuk mengasah kreativitas, memiliki tujuan dan target yang jelas, serta sangat fleksibel sehingga pandemi pun tidak menghalangi kami melaksanakannya.


Teknik mengabdi dilaksanakan melalui google meet pada rabu, 15 juli 2020. Tema yang diangkat adalah “pengelolaan lingkungan pada saat new normal” dengan ibu Shanty Eka Septiani, S. Hut., MS.

Registrasi dimulai sejak pukul 09.00 WITA dan acara dibuka dengan doa dan sambutan-sambutan. Disela-sela registrasi dan pembukaan acara panitia menanyakan kabar para peserta, keramahan ini perlu diapresiasi. Saya pribadi sempat bingung karena tidak ada pernyataan peserta diizinkan untuk menyalakan kamera ataupun mikrofon saat ditanya kabar tersebut, sehingga saya menjawab tanpa menyalakan mikrofon. Jika memang menginginkan pembicaraan dua arah, alangkah lebih baiknya jika hal seperti ini diberitahukan terlebih dahulu agar para peserta merasa yakin dan tidak kebingungan. Meskipun sepele dan terdengar agak “bodoh” namun hal-hal kecil seperti ini merupakan detail yang penting dalam komunikasi.

Secara keseluruhan acara sangat bermanfaat dan relevan dengan kondisi saat ini. Semoga penyampaian dan pesan-pesan dari narasumber dapat kita aplikasikan bersama, terutama mengenai apa saja yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menjaga lingkungan. Konsep intergratif dan interkonektif juga sangat menarik.

EF-TALK

EF-Talk adalah singkatan dari Engineering Faculty Talkshow yang merupakan rangkaian kegiatan LKMM-TD Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Kegiatan EF-Talk dilaksanakan pada hari minggu tanggal 5 juli 2020 dan dimulai pada pukul 09.00 WITA. Pukul 09.00 WITA para peserta diwajibkan untuk melakukan registrasi. Kegiatan EF-Talk tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan secara online mengingat saat ini sedang pandemi covid-19. Ef-talk mengangkat tema “kememimpinan dan kewirausahaan”. Narasumber ef-talk tahun ini adalah rektor Universitas Lambung Mangkurat, bapak Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M. Si., M. Sc dan Ketua APINDO Kab. Batola, bapak M. Wellem Harto, S. Pd., CPC. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah sesi mengenai kepemimpinan disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M. Si., M. Sc dan sesi kedua mengenai kewirausahaan disampaikan oleh Ketua APINDO Kab. Batola, bapak M. Wellem Harto, S. Pd., CPC.

Bapak Sutarto Hadi menceritakan perjalanan beliau sampai akhirnya menjadi rektor Universitas terbesar di Kalimantan. Beliau mendapatkan gelar-gelarnya dengan beasiswa karena ayah beliau telah lama tiada, hal ini sangat menginspirasi untuk saya mengingat beliau sampai berkuliah di luar negeri. Beliau banyak membagikan cerita pengalaman beliau. Beliau ingin menaikkan status sosial ekonomi keluarga melalui pendidikan, terbukti ambisi beliau membawa beliau menjadi rektor saat ini. Beliau juga berpesan bahwa kejujuran itu sangat penting. Kemudian sesi kedua adalah penyampaian dari bapak Wellem yang membuat saya merasa beliaulah mentor yang selama ini saya cari. Beliau menceritakan secara garis besar mengenai enterpreneurship. Sayangnya saat sesi kedua saya mengalami gangguan sinyal sehingga hanya mendengar sebagian penyampaian dari beliau.

Kegiatan ef-talk hari ini sangat bermanfaat untuk mendorong jiwa kompetitif dan enterpreneur. Meskipun tidak mendetail namun dengan materi yang dibagikan hari ini setidaknya saya tahu dimana saya harus memulai berbisnis dan menjadi pemimpin.

Setelah kegiatan, kami diberikan tugas pembuatan poster mengenai materi EF-TALK. Awalnya ukuran poster saya berbeda dengan ukuran yang ditentukan panitia karena saya menggunakan format ukuran “poster” bawaan aplikasi. Untungnya saya sempat membandingkan dengan teman saya sebelum mengunggah foto tersebut.

Opening LKMM – TD 2020

Opening LKMM-TD 2020 dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Maret 2020 di aula 1 fakultas teknik universitas lambung mangkurat. Registrasi dimulai pada pukul 06.30 WITA – selesai. Kegiatan hari ini adalah Opening Ceremony, LKMM Materi dsn UKM Day. LKMM – TD sendiri adalah singkatan dari Latihan Kepemimpinan Manajemen Tingkat Dasar yang bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan manajemen baik manajemen waktu, diri, uang hingga kelompok. LKMM – TD tahun ini bertema “Membentuk Mahasiswa Millenial yang Berpikir Poisitif dan Bekerja Cerdas dalam Memanajemen Diri”. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lambung Mangkurat, baoak Dr. Ir. H. Muhammad Fauzi, MP. Kemudian dihadiri juga oleh Dekan Fakults Teknik, bapak Bani Noor Mochammad, S. T., M.T yang juga menjadi pemateri mengenai revolusi industri yang terjadi di dunia mulai dari abad ke – 18 sampai abad – 21. Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, bapak Meilana Dharma Putra, S.T., M. Sc., Ph.D dan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, bapak Romla Noor Hakim, S.T., M.T. yang menyampaikan materi mengenai betapa pentingnya keseimbangan antara akademik dan organisasi. Pengalaman dan pengetahuan dari kedua hal tersebut akan sangat berguna dalam membentuk hard skill dan soft skill yang dibutuhkan ketika kami kembali ke masyarakat kelak. Kemudian sesi perkenalan dari Badan Eksekutif Mahasiswa periode 2020, dilanjutkan dengan perkenalan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa periode 2020. Kedua Organisasi ini sangat penting untuk menampung dan mewujudkan aspirasi mahasiswa dan keberadaan mereka terikat satu sama lain, disela-sela kami diberikan snack berupa kue kukus dan pastel isi mihun. Selanjutnya adalah perkenalan UKM yang ada di Fakultas Teknik yaitu Teknika Cendikia yang bergerak dibidang ilmu pengetahuan, FKI (Forum Komunikasi Islam) yang bergerak untuk mewadahi dan meningkatkan nilai religi mahasiswa teknik, Orbit yang berfokus pada olahraga dan bela diri dan istirahat karena telah memasuki jam sholat dan jam makan siang. Saat isoma kami memakan nasi dan ayam bersayur mihun yang sebetulnya tidak memenuhi kebutuhan gizi, tapi karena lapar dan sadar diri mengenai anggaran yang dibayarkan jadi kami harus mencoba menikmati. Setelah isoma, perkenalan UKM dilanjutkan dengan mengenalkan UKM Artpedia. Artpedia bergerak dan berfokus di bidang seni, baik itu musik, tari, dance, teater, hingga madihin. Last but not least adalah Mapala (Mahasiswaa Pecinta Alam) yang telah ada sejak 1981 yang kegiatannya tidak terbatas hanya pada mendaki gunung dan tebing saja, namun juga menelusuri goa.

Design a site like this with WordPress.com
Get started