Teknik mengabdi adalah salah satu rangkaian LKMMTD Universitas Lambung Mangkurat yang bertujuan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat kepada masyarakat dan lingkungan. Tugas teknik mengabdi diubah, awalnya mahasiswa baru akan ditugaskan untuk mengabdi ke sebuah sekolah dasar di salah satu desa dengan bersih-bersih dan memberikan tempat sampah yang dihias agar lebih menarik untuk menumbuhkan rasa disiplin membuang sampah. Pandemi COVID-19 membuat hal tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, panitia memutuskan untuk mengubah bentuk pengabdian para mahasiswa baru fakultas teknik dengan menugaskan “maba” untuk membuat brosur dan spanduk mengenai sosialisasi new normal. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian dengan pandemi COVID-19.
Pembuatan brosur dilakukan secara individu dan sangat menyenangkan karena mengasah kreativitas. Jiwa kompetitif saya juga terpancing untuk membuat brosur semenarik mungkin tanpa mengurangi esensi dari tujuan sosialisasi ini. Semangat ini yang membuat saya mau dengan sadar mencurahkan waktu dan ide untuk tugas ini karena saya ingin melakukannya agar merasakan kepuasan, dan saya berhasil meskin memakan waktu berhari-hari. Beda halnya dengan brosur, pembuatan spanduk dilakukan secara berkelompok.
Saya rasa tujuan pembuatan spanduk untuk para peserta ini ada dua, yaitu untuk meningkatkan kerja sama tim dan mengasah kreativitas. Tujuan pembuatan spanduk membuat saya bingung karena kelompok kami terpisah di berbagai daerah. Tugas ini tidak efektif karena kerja sama tim tidak tercapai secara maksimal. Pembagian kerja tugas ini hanya dua yaitu membuat desain dan mencetak. Tugas ini bisa dilakukan oleh satu-dua orang bahkan bisa dilakukan oleh akang percetakan yang membuat alasan kedua tidak tercapai. Kerja sama pada tugas ini hanya pada pengumpulan dana pencetakan spanduk yang berupa iuran bersama. Saya rasa tugas ini dapat diganti dengan tugas lain karena hanya membebani perwakilan yang mengerjakan. Tugas ini juga membuat setiap anggota kelompok harus mengeluarkan dana, atau setidaknya mengeluarkan kas kelompok, yang sebetulnya kurang diperlukan karena seperti yang telah saya jelaskan diatas, tugas ini tidak efektif dan membebani. Terakhir, alasan tugas ini kurang efektif adalah karena spanduk sosialisasi protokol kesehatan maupun new normal telah terpasang cukup banyak baik dari pemerintah kota maupun kepolisian sehingga jika ditambah akan membuat kota kelihatan penuh dan berantakan. Spanduk sosialisasi yang terlalu banyak juga dapat membuat pembaca bosan karena sudah sering dan tahu mengenai pesan yang ingin disampaikan. Tujuan pembuatan spanduk fisik ini baik namun tidak pas dengan zaman sekarang yang sudah serba digital.
Tugas teknik mengabdi tetap keren, memiliki tujuan mulia untuk peserta maupun lingkungan sekitar. Saya suka konsep tugas ini sebelum maupun sesudah pandemi karena dibuat untuk mengasah kreativitas, memiliki tujuan dan target yang jelas, serta sangat fleksibel sehingga pandemi pun tidak menghalangi kami melaksanakannya.
Teknik mengabdi dilaksanakan melalui google meet pada rabu, 15 juli 2020. Tema yang diangkat adalah “pengelolaan lingkungan pada saat new normal” dengan ibu Shanty Eka Septiani, S. Hut., MS.
Registrasi dimulai sejak pukul 09.00 WITA dan acara dibuka dengan doa dan sambutan-sambutan. Disela-sela registrasi dan pembukaan acara panitia menanyakan kabar para peserta, keramahan ini perlu diapresiasi. Saya pribadi sempat bingung karena tidak ada pernyataan peserta diizinkan untuk menyalakan kamera ataupun mikrofon saat ditanya kabar tersebut, sehingga saya menjawab tanpa menyalakan mikrofon. Jika memang menginginkan pembicaraan dua arah, alangkah lebih baiknya jika hal seperti ini diberitahukan terlebih dahulu agar para peserta merasa yakin dan tidak kebingungan. Meskipun sepele dan terdengar agak “bodoh” namun hal-hal kecil seperti ini merupakan detail yang penting dalam komunikasi.
Secara keseluruhan acara sangat bermanfaat dan relevan dengan kondisi saat ini. Semoga penyampaian dan pesan-pesan dari narasumber dapat kita aplikasikan bersama, terutama mengenai apa saja yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menjaga lingkungan. Konsep intergratif dan interkonektif juga sangat menarik.